METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 3-PERTEMUAN 3
METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF
REVIEW ARTIKEL 3-PERTEMUAN 3
Allysa Hafsah Hafidhah | 250321826598 | Offering A25
Topik : Pemilihan masalah penelitian, dan pertanyaan penelitian.
Judul Artikel: A Literature Review of Action Research Trends and Innovations for Teaching Physics in the Philippines
Penulis : Arnel R. Andrin dan Mauricio S. Adlaon (DOI: https://doi.org/10.53623/apga.v5i1.694) Read Journal in Here
Tahun Terbit : 2025
A. Tujuan Penelitian
Kajian literatur ini dibuat untuk mengumpulkan dan meninjau penelitian terbaru tentang penelitian tindakan dan inovasi dalam pembelajaran fisika di Filipina. Tujuannya adalah memberi gambaran yang jelas tentang praktik baru yang berkembang, melihat tantangan dan peluang yang ada, serta memberikan saran yang sesuai dengan kebijakan pendidikan nasional agar pembelajaran sains bisa lebih baik, merata, dan sesuai kebutuhan.
B. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan panduan PRISMA 2020 untuk meninjau topik dan tema dari beberapa penelitian tentang tren penelitian tindakan dan inovasi dalam pembelajaran fisika di Filipina. Pencarian dilakukan secara sistematis di lima basis data utama, yaitu Scopus, Web of Science (WoS), Google Scholar, ERIC, dan ScienceDirect, dengan fokus pada artikel yang terbit antara tahun 2021–2025. Dari 72 studi yang ditemukan, hanya 14 artikel jurnal yang memenuhi kriteria dan dipilih untuk dianalisis. Proses pemilihan ini mengikuti langkah-langkah dalam PRISMA 2020 dari Haddaway dkk.
C. Hasil Penelitian
Sebagian besar penelitian yang ditinjau menggunakan metode empiris, dengan lebih dari 70 persen di antaranya menerapkan desain action research atau kuasi-eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa fokus penelitian lebih diarahkan pada inovasi pembelajaran yang langsung diterapkan di kelas. Dari segi tema, banyak penelitian membahas integrasi teknologi, misalnya melalui penggunaan simulasi digital, video pembelajaran, dan e-modul berbasis ponsel untuk membantu siswa memahami konsep listrik, magnet, dan optik. Beberapa penelitian lain menekankan penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri, seperti POGIL, open inquiry, dan pembelajaran berbasis pengalaman, yang bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21. Selain itu, terdapat penelitian yang mengangkat strategi berbasis budaya dan gamifikasi, termasuk permainan tradisional, penggunaan komik, serta gamifikasi untuk peserta didik dari kelompok sosial yang kurang beruntung. Temuan ini mencerminkan adanya perhatian terhadap pembelajaran yang inklusif dan sesuai konteks budaya. Di samping itu, sejumlah penelitian berfokus pada pengembangan dan evaluasi bahan ajar, seperti rencana pembelajaran, modul, maupun model pengajaran strategis. Ada pula penelitian yang menyoroti pendidikan guru sains, dengan penekanan pada pentingnya mempersiapkan guru agar siap menerapkan praktik inovatif secara efektif.
D. Implikasi dan Rekomendasi Penelitian Lanjutan
Integrasi Action Research (AR) dalam pembelajaran fisika memiliki dampak penting pada kebijakan dan praktik pendidikan. Bagi guru, AR membantu membangun budaya reflektif sehingga mereka lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa. Bagi sekolah, penerapan AR mendorong adanya dukungan berupa komunitas belajar profesional, waktu kolaborasi, dan akses sumber daya sesuai konteks. Sementara bagi pembuat kebijakan, hasil AR dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan modul pembelajaran yang efektif dan hemat biaya, sekaligus mendukung pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di sekolah pedesaan atau daerah yang kurang terlayani.
Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain jangka panjang (longitudinal) agar dapat melihat dampak berkelanjutan dari penerapan Action Research (AR) terhadap hasil belajar siswa maupun perkembangan profesional guru. Selain itu, perlu dilakukan studi lintas disiplin untuk mengeksplorasi bagaimana metodologi AR yang digunakan dalam pembelajaran fisika dapat diterapkan pada bidang sains lainnya seperti kimia, biologi, dan ilmu bumi. Penelitian perbandingan antarnegara di kawasan Asia Tenggara juga penting dilakukan agar dapat menempatkan Filipina sebagai model inovasi pendidikan berbasis guru yang murah dan efektif dalam kondisi keterbatasan sumber daya. Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya memperkaya praktik pembelajaran fisika, tetapi juga mendorong pengembangan inovasi pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan.
E. Novelty
Peneliti menegaskan bahwa kebaruan studi ini terletak pada sintesis sistematis pertama mengenai tren action research dan inovasi dalam pembelajaran fisika di Filipina. Kajian ini berbeda dari penelitian sebelumnya karena berhasil menghubungkan berbagai temuan empiris dengan konteks pasca K–12 dan pascapandemi, sekaligus menyoroti empat tren utama seperti simulasi berbasis inkuiri, integrasi teknologi, kontekstualisasi budaya, dan gamifikasi. Selain itu, penelitian ini memberikan implikasi kebijakan serta rekomendasi riset lanjutan yang visioner, sehingga memperkaya diskursus tentang pengembangan pendidikan fisika yang lebih adaptif dan kontekstual.
Komentar
Posting Komentar