METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 1-PERTEMUAN 2
METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF
REVIEW ARTIKEL 1-PERTEMUAN 2
Allysa Hafsah Hafidhah | 250321826598 | Offering A25
Topik :Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan : modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme).
Judul Artikel : Epistemological Beliefs and Academic Performance in Physics of Grade 12 Filipino STEM Learners
Penulis : Albert Andry Echor Panergayo, Clasrissa Fajardo Gregana, Julie Fe Dimaunahan Panoy, dan Elisa Nochedesa Chua (DOI: 10.23960/jpp.v13.i1.202302) Read Journal in Here
Tahun Terbit : 2023
A. Tujuan Penelitian
Menyelidiki hubungan antara keyakinan epistemologis dan pencapaian akademik dalam mata pelajaran Fisika pada siswa STEM di Filipina
B. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif-korelasi dan penelitian deskriptif-analitik. Penelitian ini melibatkan 407 pelajar STEM Kelas 12 di Filipina dan menggunakan instrumen Epistemological Beliefs Assessment for Physical Science (EBAPS) untuk mengumpulkan pandangan epistemologis siswa dalam Fisika. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif seperti mean dan standar deviasi untuk menilai tingkat kedewasaan keyakinan epistemologis, serta analisis korelasi dan regresi berganda untuk mengetahui hubungan antara keyakinan epistemologis dan prestasi akademik siswa.
C. Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dari lima dimensi keyakinan epistemologis tentang Fisika, yaitu struktur pengetahuan ilmiah, sifat pengetahuan dan pembelajaran, pengetahuan yang berkembang, dan sumber kemampuan untuk belajar, memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi akademik siswa. Koefisien korelasi Pearson mengungkapkan bahwa dimensi struktur pengetahuan ilmiah dan sifat pengetahuan dan pembelajaran adalah faktor yang paling berkorelasi secara signifikan terhadap prestasi akademik siswa dalam Fisika. Selain itu, analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kedua dimensi tersebut merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa.
D. Implikasi dan Rekomendasi Penelitian Lanjutan
Penelitian ini mengimplikasikan bahwa guru fisika perlu merancang intervensi pembelajaran yang dapat memperkuat keyakinan epistemologis siswa, karena hal tersebut berdampak pada prestasi akademik mereka. Pemahaman terhadap struktur dan hakikat pengetahuan juga penting untuk mendukung peningkatan hasil belajar fisika siswa.
Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal generalisasi hasil. Responden yang terlibat hanya terdiri atas 407 siswa STEM dari satu Schools Division Office di Filipina, sehingga temuan penelitian ini masih terbatas pada konteks sosial-budaya tertentu. Oleh karena itu, penelitian di masa mendatang disarankan untuk dilakukan pada lingkungan belajar yang berbeda agar memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Selain itu, meskipun diharapkan responden menjawab kuesioner secara jujur, instrumen penelitian ini disebarkan melalui platform daring sehingga memungkinkan adanya distraksi, baik berupa kendala teknologi maupun kondisi emosional siswa saat pengisian. Untuk memperkuat validitas data, penelitian selanjutnya dianjurkan menggunakan pendekatan kualitatif yang mampu memberikan verifikasi lebih mendalam terhadap keaslian jawaban responden serta menghasilkan deskripsi yang lebih kaya mengenai keyakinan epistemologis siswa.
E. Novelty
Keterbaruan penelitian ini terletak pada konteksnya yang berfokus pada siswa STEM kelas 12 di Filipina, yang masih jarang diteliti dalam kajian hubungan keyakinan epistemologis dan performa akademik. Penelitian ini secara khusus menganalisis lima dimensi keyakinan epistemologis dalam Fisika, dan menemukan hasil yang unik bahwa tidak semua dimensi berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik. Hanya struktur pengetahuan ilmiah serta sifat pengetahuan dan pembelajaran yang menjadi prediktor kuat keberhasilan akademik, sementara dimensi lain seperti real-life applicability tidak berhubungan dengan capaian siswa. Temuan ini menegaskan hal baru bahwa keberhasilan akademik Fisika lebih banyak ditentukan oleh cara siswa memahami struktur ilmu dan proses belajar daripada sekadar penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar
Posting Komentar