METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 5-PERTEMUAN 4

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

REVIEW ARTIKEL 5-PERTEMUAN 4


Allysa Hafsah Hafidhah | 250321826598 | Offering A25

Topik : Sampel dan teknik sampling dalam penelitian kuantitatif.

Judul Artikel: Analysis of Student Satisfaction with The Quality of Services in Physics Learning in The Implementation of The Independent Curriculum

Penulis : Fahmi Hasbullah, Kaharuddin Arafah dan Mansyur

(DOI:  10.29303/jossed.v6i1.9768Read Journal in Here

Tahun Terbit : 2025


A. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap kualitas layanan pembelajaran fisika dalam implementasi Kurikulum Merdeka di UPT SMAN 2 Makassar.

B. Metode Penelitian

  • Jenis Penelitian: Kuantitatif deskriptif dengan metode survei.
  • Desain Penelitian: Survei menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI).
  • Teknik Sampling: Proportional cluster random sampling.
  • Populasi: 360 siswa kelas X UPT SMAN 2 Makassar.
  • Sampel: 300 siswa (ditentukan dengan rumus Slovin).
  • Instrumen Penelitian: Angket berbentuk skala Likert, divalidasi oleh ahli dan diuji secara empiris.
  • Variabel Terikat: Kepuasan siswa terhadap kualitas layanan pembelajaran fisika.

C. Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap layanan pembelajaran fisika dalam implementasi Kurikulum Merdeka di UPT SMAN 2 Makassar berada pada kategori puas dengan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 75,57%. Dimensi yang memberikan kepuasan tertinggi adalah assurance (79,21%), disusul dimensi empati (76,06%), responsivitas (75,67%), reliabilitas (74,17%), dan tangible atau bukti fisik (72,81%). Analisis Importance Performance Analysis (IPA) mengungkap bahwa dimensi assurance, empati, dan responsivitas perlu dipertahankan karena sesuai dengan harapan siswa, sementara dimensi reliabilitas dan tangible dinilai kurang penting dan menjadi prioritas rendah dalam perbaikan.

D. Implikasi dan Rekomendasi Penelitian Lanjutan

Implikasi dari penelitian ini adalah sekolah perlu mempertahankan dimensi layanan yang sudah sesuai dengan harapan siswa, khususnya assurance, empati, dan responsivitas, karena ketiga dimensi tersebut memberikan dampak besar terhadap kepuasan siswa. Guru fisika juga perlu meningkatkan kualitas pada aspek layanan yang masih dianggap kurang memadai, seperti keterbukaan kriteria penilaian dan respons cepat terhadap pertanyaan siswa. Selain itu, fasilitas belajar dan aspek reliabilitas meskipun dipersepsikan kurang prioritas, tetap perlu mendapat perhatian agar kepuasan siswa dapat lebih optimal di masa mendatang.

Penelitian lanjutan disarankan untuk diperluas ke sekolah lain yang menerapkan Kurikulum Merdeka sehingga dapat diperoleh gambaran perbandingan yang lebih komprehensif mengenai kualitas layanan pembelajaran fisika. Selain itu, penggunaan pendekatan kualitatif atau mixed-method dianjurkan agar dapat menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman siswa terkait layanan pembelajaran. Penelitian longitudinal juga direkomendasikan untuk memantau dinamika kepuasan siswa dari waktu ke waktu seiring dengan semakin matangnya implementasi Kurikulum Merdeka.

E. Novelty

Penelitian ini memberikan analisis khusus mengenai kualitas layanan pembelajaran fisika dalam konteks Kurikulum Merdeka dengan menggabungkan metode IPA dan CSI. Hal ini relatif baru dalam konteks pendidikan Indonesia, serta mampu mengidentifikasi atribut layanan prioritas yang berpengaruh langsung terhadap kepuasan siswa, sehingga memberi kontribusi praktis bagi manajemen sekolah dan guru fisika.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 1-PERTEMUAN 2

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 3-PERTEMUAN 3

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT REVIEW ARTIKEL 6-PERTEMUAN 7