METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 8-PERTEMUAN 5

  METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

REVIEW ARTIKEL 8-PERTEMUAN 5


Allysa Hafsah Hafidhah | 250321826598 | Offering A25

Topik : Penelitian Kuantitatif Non-Eksperimen: Deskriptif, Korelasional, dan Kausal-Komparatif (+ Statistik yang Diperlukan)

Judul ArtikelMethodological Quality Assessment Tools of Non-Experimental Studies: A Systematic Review

Penulis : Alexander Jarde, Josep-Maria Losilla, and Jaume Vives

(DOI: http://dx.doi.org/10.6018/analesps.28.2.148911

Tahun Terbit : 2012


A. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah sistematis terhadap berbagai instrumen yang digunakan dalam penilaian kualitas metodologis penelitian non-eksperimental, khususnya pada desain kohort, case-control, dan cross-sectional. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi, membandingkan, serta menilai kekuatan dan kelemahan dari instrumen-instrumen tersebut sehingga dapat diketahui sejauh mana alat penilaian tersebut valid dan reliabel untuk digunakan dalam evaluasi kritis penelitian di bidang psikologi dan ilmu kesehatan.

B. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review dengan menelaah berbagai publikasi yang memuat instrumen penilaian kualitas metodologis. Lima basis data elektronik utama dan Google digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang relevan. Dari hasil pencarian, terpilih 74 instrumen yang mayoritas berbentuk checklist, sebagian berupa skala, dan sedikit yang menggunakan bentuk campuran. Variabel terikat penelitian ini adalah kualitas metodologis dari penelitian non-eksperimental, sedangkan subjek penelitian adalah dokumen instrumen penilaian itu sendiri.

C. Hasil Penelitian

Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen berbentuk checklist (94,6%), dengan hanya 4,1% berupa skala dan 1,4% gabungan. Instrumen lebih banyak dirancang untuk studi kohort (82,4%) dan case-control (71,6%), sementara hanya 40,5% yang berlaku untuk studi cross-sectional. Terkait reliabilitas dan validitas, hanya 24% instrumen yang melakukan uji reliabilitas dan 14% yang melakukan uji validitas, sehingga mayoritas alat tidak memenuhi standar pengembangan instrumen yang ketat. Hanya lima instrumen yang mencakup empat dari lima aspek pengembangan penting (diskusi konsep kualitas, seleksi item, uji coba, reliabilitas, dan validitas), dengan instrumen Cho & Bero (1994) menjadi satu-satunya yang memenuhi kelimanya. Domain kualitas yang paling sering dinilai adalah seleksi peserta, analisis data dan statistik, serta proses pengumpulan data, sementara domain pendanaan dan representativitas jarang dipertimbangkan.

D. Implikasi dan Rekomendasi Penelitian Lanjutan

Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya adanya kesepakatan internasional mengenai domain-domain kualitas yang wajib dievaluasi dalam penilaian metodologis penelitian non-eksperimental. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengembangkan instrumen baru atau memperbaiki instrumen yang sudah ada dengan memastikan adanya uji reliabilitas dan validitas yang kuat. Selain itu, penting juga untuk menguji kembali instrumen yang ada di berbagai konteks penelitian agar dapat dipastikan konsistensinya dan meningkatkan standar kualitas dalam telaah sistematis.

E. Novelty

Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya komprehensif untuk mengidentifikasi dan membandingkan 74 instrumen penilaian kualitas metodologis khusus untuk penelitian non-eksperimental. Studi ini berbeda dari kajian sebelumnya karena secara khusus menyoroti keterbatasan instrumen yang ada, terutama dalam hal reliabilitas, validitas, serta domain penilaian metodologis. Dengan demikian, penelitian ini mengisi kekosongan standar baku dalam penilaian kualitas metodologis dan memberikan landasan penting bagi pengembangan instrumen yang lebih andal dan valid di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 1-PERTEMUAN 2

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 3-PERTEMUAN 3

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT REVIEW ARTIKEL 6-PERTEMUAN 7