METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 9-PERTEMUAN 6

   METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

REVIEW ARTIKEL 9-PERTEMUAN 6


Allysa Hafsah Hafidhah | 250321826598 | Offering A25

Topik : Penelitian Kuantitatif Eksperimental: Sejarah, Karakteristik, Ancaman Validitas, dan Tahapan

Judul ArtikelThe Strengths and Weaknesses of Research Designs Involving Quantitative Measures

Penulis : Wendy Walker

(DOI: https://doi.org/10.1177/136140960501000505)  

Tahun Terbit : 2005


A. Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian yang dilakukan oleh Wendy Walker (2005) adalah untuk meninjau secara kritis kekuatan dan kelemahan berbagai desain penelitian yang menggunakan pengukuran kuantitatif, dengan fokus khusus pada penelitian eksperimental. Artikel ini dikembangkan dalam konteks penelitian doktoral yang berupaya memahami efek dari praktik “witnessed resuscitation” atau resusitasi yang disaksikan oleh keluarga terhadap pengalaman berduka mereka. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif terhadap bidang keperawatan, terutama dalam upaya membangun dasar bagi praktik berbasis bukti (evidence-based practice).

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kajian literatur kritis (critical review). Walker menguraikan tiga level utama dalam penelitian kuantitatif, yaitu penelitian deskriptif, korelasional, dan eksperimental. Ia kemudian membandingkan berbagai penelitian terdahulu yang menggunakan pendekatan tersebut untuk menyoroti bagaimana setiap desain memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam konteks penerapannya di bidang kesehatan. Pendekatan ini memungkinkan penulis untuk mengidentifikasi persoalan metodologis seperti kontrol variabel, validitas, etika penelitian, dan penerapan hasil ke praktik keperawatan sehari-hari.

C. Hasil Penelitian

Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian kuantitatif, khususnya penelitian eksperimental dan uji acak terkontrol (randomized controlled trial/RCT), dianggap sebagai metode paling kuat untuk memperoleh bukti yang objektif dan dapat diandalkan. Kekuatan utama pendekatan ini terletak pada kemampuannya untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat melalui kontrol terhadap variabel bebas dan terikat. Namun, Walker juga menyoroti sejumlah kelemahan signifikan, seperti ancaman terhadap validitas internal dan eksternal akibat keterbatasan rekrutmen sampel, efek Hawthorne, masalah reduksionisme, serta keterbatasan alat ukur dalam menggambarkan fenomena manusia secara utuh. Selain itu, isu etika juga menjadi sorotan penting, karena dalam penelitian eksperimental sering kali sulit untuk memastikan perlakuan yang adil bagi kelompok kontrol atau partisipan yang berpotensi dirugikan.

D. Implikasi dan Rekomendasi Penelitian Lanjutan

Walker menegaskan bahwa meskipun desain eksperimental memiliki keunggulan dalam memberikan bukti kuat untuk praktik berbasis data, peneliti perlu berhati-hati dalam menggunakannya, terutama dalam konteks penelitian keperawatan yang melibatkan dimensi manusiawi dan emosional. Peneliti disarankan untuk mempertimbangkan kombinasi antara penelitian deskriptif, korelasional, dan eksperimental guna menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, Walker merekomendasikan pengembangan desain penelitian yang lebih sensitif terhadap etika, validitas eksternal, dan konteks sosial partisipan. Pendekatan campuran (mixed methods) juga disarankan untuk memperkaya data kuantitatif dengan pemahaman kualitatif yang lebih mendalam.

E. Novelty

Kebaruan dari artikel ini terletak pada pendekatan reflektif dan kritis terhadap paradigma positivistik yang mendominasi penelitian kuantitatif di bidang keperawatan. Walker menantang pandangan bahwa penelitian eksperimental selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua konteks ilmiah. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan desain penelitian dengan sifat fenomena yang diteliti, terutama bila menyangkut aspek emosional dan etis seperti pengalaman berduka. Artikel ini menjadi kontribusi penting dalam memperluas wawasan metodologis bagi peneliti keperawatan, dengan mengajak mereka untuk lebih peka terhadap keterbatasan empirisme kuantitatif dan untuk mempertimbangkan integrasi pendekatan yang lebih humanistik dalam riset ilmiah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 1-PERTEMUAN 2

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 3-PERTEMUAN 3

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT REVIEW ARTIKEL 6-PERTEMUAN 7