METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 11-PERTEMUAN 7

     METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

REVIEW ARTIKEL 11-PERTEMUAN 7


Allysa Hafsah Hafidhah | 250321826598 | Offering A25

Topik : Statistik 1. Cek data, Validitas, Reliabilitas, dan Asumsi1)

Judul ArtikelStudents’ Feedback Literacy in Higher Education: An Initialscale Validation Study

Penulis : Svenja Woitt, Joshua Weidlich, Ioana Jivet, Derya Orhan Göksün, Hendrik Drachsler dan Marco Kalz

(DOI: https://doi.org/10.1080/13562517.2023.2263838)  

Tahun Terbit : 2023


A. Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan memvalidasi sebuah alat ukur atau skala yang dapat menilai literasi umpan balik (feedback literacy) mahasiswa di pendidikan tinggi. Literasi umpan balik merujuk pada kemampuan mahasiswa untuk memahami, menafsirkan, dan menggunakan umpan balik yang diberikan oleh dosen atau penilai untuk meningkatkan hasil belajar mereka. Melalui penelitian ini, peneliti ingin memastikan bahwa alat ukur yang dikembangkan dapat secara akurat menggambarkan tingkat literasi umpan balik mahasiswa serta membantu peneliti dan pendidik memahami bagaimana mahasiswa bereaksi terhadap proses pemberian umpan balik. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan dasar empiris awal (initial validation) bagi penggunaan skala ini pada penelitian-penelitian selanjutnya, sehingga dapat mendukung upaya peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi melalui pemanfaatan umpan balik yang lebih efektif.

B. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dirancang untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas skala literasi umpan balik mahasiswa. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yang sistematis. Pertama, peneliti mengumpulkan item atau pernyataan awal berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya tentang literasi umpan balik. Kedua, dilakukan uji validitas isi (content validity) dengan melibatkan pakar di bidang pendidikan untuk memastikan setiap item relevan dan mencerminkan konstruk yang diukur. Setelah itu, dilakukan uji coba awal (pilot test) terhadap sekelompok mahasiswa pendidikan tinggi untuk melihat apakah item dapat dipahami dengan baik. Selanjutnya, peneliti menggunakan analisis faktor eksploratori (Exploratory Factor Analysis/EFA) untuk menemukan struktur faktor utama dari skala, dan analisis faktor konfirmatori (Confirmatory Factor Analysis/CFA) untuk menguji kesesuaian model faktor yang dihasilkan dengan data empiris. Terakhir, dilakukan uji reliabilitas menggunakan nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability untuk memastikan konsistensi antar item dalam setiap dimensi skala. Melalui langkah-langkah tersebut, peneliti berupaya memastikan bahwa alat ukur yang dikembangkan valid, reliabel, dan layak digunakan dalam penelitian pendidikan tinggi.

C. Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala literasi umpan balik yang dikembangkan memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis faktor, ditemukan beberapa dimensi penting dari literasi umpan balik mahasiswa, antara lain kemampuan memahami tujuan umpan balik, kemampuan menafsirkan pesan atau makna dari umpan balik, serta kesiapan untuk bertindak atau melakukan perbaikan berdasarkan umpan balik yang diterima. Nilai faktor loading dan reliabilitas menunjukkan bahwa setiap dimensi memiliki kekuatan pengukuran yang baik dan dapat dipercaya. Selain itu, hasil analisis CFA menunjukkan model pengukuran memiliki tingkat kecocokan (model fit) yang baik, yang berarti struktur faktor yang diusulkan sesuai dengan data yang dikumpulkan dari mahasiswa. Hasil ini membuktikan bahwa instrumen yang dikembangkan dapat digunakan secara efektif untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menggunakan umpan balik di lingkungan pendidikan tinggi. Dengan demikian, penelitian ini berhasil menghasilkan alat ukur yang sahih dan dapat diandalkan untuk menilai literasi umpan balik.

D. Implikasi dan Rekomendasi Penelitian Lanjutan

Penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan bagi dunia pendidikan tinggi. Dari sisi praktik, hasil penelitian ini dapat membantu dosen dan lembaga pendidikan untuk lebih memahami kemampuan mahasiswa dalam menerima, memahami, dan menggunakan umpan balik akademik. Dengan menggunakan skala ini, dosen dapat menilai sejauh mana mahasiswa benar-benar memanfaatkan umpan balik dalam proses belajar mereka, dan menyesuaikan strategi pengajaran agar lebih efektif dalam menumbuhkan literasi umpan balik. Sisi akademik, penelitian ini memberikan kontribusi metodologis berupa alat ukur yang dapat digunakan dalam studi-studi berikutnya untuk mengkaji hubungan antara literasi umpan balik dengan hasil belajar, motivasi, keterlibatan akademik, atau sikap terhadap pembelajaran. Peneliti juga merekomendasikan agar penelitian lanjutan dilakukan di konteks yang berbeda, misalnya pada universitas lain, negara berbeda, atau program studi yang beragam, agar skala ini dapat diuji keandalannya dalam berbagai lingkungan pendidikan. Selain itu, penelitian mendatang disarankan untuk melibatkan jumlah peserta yang lebih besar dan melakukan validasi lintas budaya (cross-cultural validation) agar skala ini bisa digunakan secara internasional dengan hasil yang konsisten.

E. Novelty

Kebaruan utama dari penelitian ini terletak pada pengembangan dan validasi awal alat ukur literasi umpan balik mahasiswa yang sebelumnya belum banyak dilakukan secara empiris. Penelitian-penelitian terdahulu, seperti yang dilakukan oleh Carless & Boud (2018) dan Dawson et al. (2019), umumnya hanya membahas konsep literasi umpan balik dari sisi teori dan deskripsi, tanpa menyediakan instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan mahasiswa secara kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti berhasil menggabungkan pendekatan teoretis dengan pendekatan empiris untuk menciptakan sebuah skala yang dapat diuji secara statistik melalui analisis faktor eksploratori (EFA) dan konfirmatori (CFA). Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bagaimana literasi umpan balik dapat dijelaskan melalui beberapa dimensi yang terukur secara psikometrik. Dengan demikian, kebaruan penelitian ini tidak hanya terletak pada pengembangan instrumennya, tetapi juga pada kontribusi metodologisnya bagi penelitian pendidikan yang berfokus pada asesmen dan peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 1-PERTEMUAN 2

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 3-PERTEMUAN 3

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT REVIEW ARTIKEL 6-PERTEMUAN 7