METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF REVIEW ARTIKEL 10-PERTEMUAN 6
METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF
REVIEW ARTIKEL 10-PERTEMUAN 6
Allysa Hafsah Hafidhah | 250321826598 | Offering A25
Topik : Penelitian Kuantitatif: Berbagai Desain Penelitian Eksperimen
Judul Artikel: Quantitative Research Designs, Hierarchy of Evidence and Validity
Penulis : Paul Slater dan Felicity Hasson
(DOI: https://doi.org/10.1111/jpm.13135)
Tahun Terbit : 2024
Artikel yang ditulis oleh Paul Slater dan Felicity Hasson (2024) ini bertujuan untuk memberikan ringkasan konseptual dan panduan praktis mengenai berbagai desain penelitian kuantitatif, menjelaskan hierarki bukti ilmiah (hierarchy of evidence) serta menyoroti aspek validitas internal dan eksternal dalam setiap desain. Tujuannya adalah membantu peneliti memahami kekuatan dan batasan dari setiap desain kuantitatif agar dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan tujuan penelitian dan konteksnya, terutama dalam bidang keperawatan dan kesehatan mental.
B. Metode Penelitian
Artikel ini menggunakan pendekatan kajian konseptual (conceptual review) yang bersifat edukatif dan sintesis teoretis. Penulis tidak melakukan penelitian empiris, melainkan menguraikan secara sistematis berbagai jenis desain penelitian kuantitatif yang umum digunakan. Mereka membagi desain kuantitatif menjadi dua kategori besar, yaitu deskriptif (non-eksperimental) dan eksperimental, lalu menjelaskan karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan masing-masing. Artikel ini juga mengintegrasikan contoh-contoh penelitian aktual seperti studi lintas-seksi (Varpula et al., 2024), studi kasus–kontrol (Kuipers et al., 2022), dan penelitian kuasi-eksperimen (Sonbol et al., 2024) untuk memperjelas penerapan praktis setiap desain.
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa desain kuantitatif tersusun dalam hierarki bukti, di mana desain deskriptif seperti survei lintas-seksi berada di tingkat bawah karena hanya menggambarkan fenomena tanpa menguji hubungan sebab-akibat, sementara Randomized Controlled Trial (RCT) berada di tingkat paling tinggi karena mampu menunjukkan hubungan kausal yang kuat melalui kontrol variabel dan randomisasi. Artikel ini juga menguraikan berbagai desain deskriptif, termasuk cross-sectional, case–control, dan cohort (prospektif dan retrospektif), yang berguna untuk memahami karakteristik populasi atau mengidentifikasi faktor risiko tertentu. Di sisi lain, desain eksperimental mencakup kuasi-eksperimen dan RCT, yang dirancang untuk menguji efektivitas intervensi. Penulis menekankan pentingnya penerapan kontrol, randomisasi, dan pengukuran variabel yang konsisten agar hasil penelitian valid dan dapat digeneralisasikan.
Artikel ini menekankan pentingnya kesadaran metodologis dalam memilih desain penelitian. Peneliti di bidang keperawatan dan kesehatan mental disarankan untuk mempertimbangkan keseimbangan antara validitas internal dan eksternal, karena terlalu banyak kontrol dapat membuat hasil sulit diterapkan di dunia nyata, sedangkan kurangnya kontrol dapat melemahkan hubungan kausal. Oleh karena itu, penulis merekomendasikan penerapan pedoman pelaporan seperti STROBE (Strengthening the Reporting of Observational Studies in Epidemiology) untuk meningkatkan transparansi, replikasi, dan kualitas penelitian kuantitatif. Mereka juga mendorong peneliti untuk menggunakan desain yang fleksibel dan relevan dengan konteks klinis, termasuk penggunaan data besar (big data) dalam studi retrospektif yang kini semakin populer.
Kebaruan artikel ini terletak pada penyusunan hierarki bukti yang jelas dan aplikatif, serta penekanan pada validitas sebagai inti kualitas penelitian kuantitatif. Slater dan Hasson tidak hanya menguraikan jenis desain, tetapi juga menautkannya langsung dengan implikasi terhadap keandalan dan generalisasi hasil penelitian. Artikel ini juga menawarkan perspektif yang relevan dengan era data modern, di mana penelitian kuantitatif tidak hanya bergantung pada eksperimen laboratorium tetapi juga dapat memanfaatkan analisis data besar dan pendekatan observasional dengan validitas tinggi. Secara keseluruhan, tulisan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metodologi penelitian kuantitatif di bidang keperawatan dan ilmu kesehatan mental dengan menekankan keseimbangan antara kontrol ilmiah dan penerapan praktis di lapangan.
Komentar
Posting Komentar